Tentang Kami

Sejarah

Garda Pangan bermula dari pengalaman salah seorang founder, Dedhy Trunoyudho yang berlatar belakang pengusaha katering pernikahan, yang seringkali menghadapi masalah pembuangan makanan tiap pekannya. Dari sudut pandang bisnis, membuang makanan menjadi pilihan ideal karena cepat, murah, dan praktis untuk dilakukan.

 

Kebiasaan tersebut dicermati oleh Indah Audivtia, istri Dedhy yang melihat pembuangan makanan ini sebagai hal yang menyesakkan dan mengganggu. Kegelisahan itulah yang akhirnya menggerakkan mereka berdua untuk melakukan sesuatu, yaitu mendonasikan makanan berlebih.

 

Bersama Eva Bachtiar, seseorang yang juga mempunyai semangat yang sama untuk menyelesaikan isu pembuangan makanan, mereka bertiga menginisiasi gerakan food bank di Surabaya dengan nama Garda Pangan.

Legalitas

Garda Pangan secara resmi telah terdaftar dengan nama Yayasan Garda Pangan pada Maret 2018, sesuai dengan:

 

Akta Notaris Tosin, S.H. Surabaya nomor 25-II-2018

 

Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 6 Maret 2018 nomor AHU-0004107.AH.01.12. Tahun 2018.

 

Yayasan Garda Pangan berdiri sejak Juni 2017, dan bergerak di bidang sosial, lingkungan, dan penyelamatan makanan berlebih. Yayasan Garda Pangan tidak terafiliasi dengan instansi pemerintahan, golongan politik, serta agama tertentu.

Visi & Misi

Visi : Mewujudkan Indonesia Bebas Lapar Lewat Pendistribusian Makanan Berlebih

Kami mempunyai visi untuk mewujudkan pengelolaan makanan berlebih berpotensi terbuang untuk berbagai tujuan sosial, lingkungan, dan ekonomi sesuai dengan food recovery hierarcy.

 
Misi :
  1. Menyelamatkan potensi makanan terbuang.
  2. Menyalurkan donasi makanan kepada kalangan masyarakat pra-sejahtera.
  3. Mendorong semakin banyak industri dan bisnis di bidang makanan untuk menjadi donatur yang peduli akan pembuangan makanan.
  4. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kerugian yang ditimbulkan dari pembuangan makanan, baik dari segi ekonomi, lingkungan, dan sosial, lewat kampanye dan edukasi kreatif.
  5. Mendorong pemerintah kota untuk menciptakan iklim dan sistem yang kondusif untuk mendorong entitas di dalamnya ikut aktif terlibat mengurangi sampah makanan, yang selaras dengan komitmen Kota Surabaya dalam mewujudkan kota ramah lingkungan dan peduli sosial.
 
Target Donatur :
  1. Industri Makanan.
  2. Distributor Makanan.
  3. Industri Hospitality: Hotel, Restoran, Bakery, Cafe.
  4. Katering.
  5. Festival Kuliner.
  6. Sekolah.
  7. Pertanian.
  8. Individu.
 
Target Penerima :
  1. Pemukiman Masyarakat Pra-Sejahtera.
  2. Panti Asuhan.
  3. Panti Jompo.
  4. Shelter Anak Jalanan.
  5. Liponsos.
  6. Rumah Singgah Pasien.
  7. Warga Difabel.

Program

Sampah makanan sering dipandang sebagai necessary evil, khususnya di industri hospitality. Food rescue adalah upaya penyelamatan surplus makanan yang dihasilkan oleh industri ini dari potensi terbuang. Makanan berlebih tersebut akan diperiksa kembali kualitasnya, dikemas ulang, lalu dibagikan kepada masyarakat pra-sejahtera di Surabaya.

 

Untuk menjalankan kegiatan tersebut, Garda Pangan melakukan kerja sama dengan mitra-mitra dari kalangan restoran, hotel, bakery, kafe, rumah makan, katering, dan industri makanan lainnya. Food rescue dilakukan setiap harinya dengan menjemput makanan yang tidak terjual dari mitra, untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Untuk menjamin keamanan dari makanan tersebut, Garda Pangan menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat untuk memastikan makanan ditangani secara higienis dan disampaikan secara bermartabat.

 

Dengan food rescue, kita bisa memastikan surplus makanan yang masih layak disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, daripada terbuang secara sia-sia.

Faktanya, 20-40% bahan makanan di seluruh dunia terbuang bahkan sebelum sampai toko. Ini karena biasanya toko/swalayan/pasar/masyarakat biasanya punya standar tertentu tentang penampilan buah tersebut.

 

Karena itulah, akhirnya kebanyakan petani terpaksa membuang hasil panenan yang tampilannya tidak terlihat “cantik”. Inilah yang disebut dengan ugly produce. Padahal nyatanya makanan ini juga masih segar, nikmat, dan bernutrisi seperti buah atau sayur lainnya. Dan bayangkan makanan yang masih sangat layak ini harus dibuang sementara jutaan orang lainnya masih hidup kelaparan!

 

Dengan gleaning, kami mengumpulkan sisa-sisa panenan yang sengaja ditinggalkan petani di lahan, yang sebenarnya masih sangat layak dimakan, untuk mengurangi potensi sampah makanan.

Indonesia merupakan rumah dari beragam kultur, budaya, dan agama, dengan aneka hari besar dan perayaan, yang selalu melibatkan makanan dalam jumlah besar. Seringkali, sukacita dalam merayakan hari besar ini membuat kita abai terhadap potensi sampah makanan yang dihasilkan.

 

Berangkat dari fakta inilah, Garda Pangan bergerak untuk menyelenggarakan food drive atau pengumpulan donasi surplus makanan pada momen-momen tertentu. Misalnya, pengumpulan kue kering berlebih pasca hari raya idul Fitri, atau saat terjadi bencana alam. Pengumpulan donasi dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan menitipkan kotak-kotak donasi di beberapa drop point di Surabaya, hingga penjemputan donasi oleh para relawan.

Selain dari industri hospitality, Garda Pangan juga berinisiatif menjemput makanan berlebih yang dihasilkan dari event, acara, pesta, atau selebrasi yang menyisakan makanan berlebih dalam jumlah yang banyak. Kami bekerjasama dengan BEM universitas untuk menyalurkan makanan pasca acara-acara kampus seperti seminar, dan juga dengan wedding organizer untuk mendistribusikan makanan dari acara wedding/pernikahan.

Tidak hanya turun langsung melakukan upaya-upaya penyelamatan makanan, kami juga turut aktif menyebarkan kesadaran untuk mengurangi sampah makanan kepada masyarakat lewat kampanye-kampanye kreatif di media sosial atau di CFD.

 

Dari hasil survey yang dilakukan Garda Pangan pada 321 responden yang tersebar di 31 kecamatan di kota Surabaya, kami mendapatkan fakta bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tindakan-tindakan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk berkontribusi mengurangi sampah makanan.

 

Celah inilah yang membuat kampanye dan sosialisasi menjadi penting. Kampanye tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, dan dengan cara yang kreatif untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang terlibat, seperti misalnya:

  1. Menyedikan tips-tips praktis untuk meminimalisir potensi sampah makanan lewat media sosial.
  2. Kampanye kreatif di Car Free Day (CFD) untuk sosialisasi isu sampah makanan.

Kesadaran untuk menghargai makanan dan mengurangi sampah makanan sebaiknya dipupuk sejak dini. Oleh sebab itu, kami menganggap edukasi terhadap isu sampah makanan untuk anak-anak sangat penting, untuk menciptakan generasi yang sadar dan peduli terhadap permasalahan ini.

 

Edukasi untuk anak-anak yang dilakukan oleh Garda Pangan dibawakan dengan cara yang berbeda, yaitu lewat gamifikasi atau permainan yang seru dan menyenangkan. Dengan metode ini, materi dapat diterima dengan lebih mudah oleh anak-anak.

Apa itu food bank?

Food bank adalah organisasi yang mengordinasi makanan berlebih berpotensi terbuang untuk didonasikan pada masyarakat membutuhkan. Gerakan food bank adalah upaya untuk mengatasi isu pembuangan makanan yang terjadi di Indonesia, sekaligus mengusung kepedulian terhadap isu lingkungan dan sosial.

Mengapa Indonesia butuh food bank?

Menurut Food Sustainability Index yang diterbitkan tahun 2016 oleh The Economist Intelligence Unit, Indonesia merupakan negara pembuang sampah makanan terbesar kedua di dunia. Setiap warga Indonesia membuang sekitar 300 kilogram sampah makanan per tahunnya. Indonesia juga sekaligus menjadi negara dengan performa terburuk dalam upaya mengurangi sampah makanan. Keberadaan sampah makanan yang masif ini juga menjadi ironi, mengingat masih terdapat 19,4 juta masyarakat Indonesia yang kelaparan dan berjuang untuk mendapatkan makanan setiap harinya.

Jenis makanan apa saja yang didistribusikan Garda Pangan ?

Kami menerima berbagai jenis makanan, mulai dari makanan basah, makanan kemasan, roti, kue, dan juga bahan makan seperti sayur dan buah-buahan. Garda Pangan hanya mendistribusikan makanan berlebih yang berada dalam kondisi layak, tidak basi, menggunakan bahan baku halal, serta diberikan dengan cara yang bermartabat.

Bagaimana Garda Pangan memastikan keamanan makanan yang didistribusikan?

Garda Pangan memiliki serangkaian SOP (Standard Operating Procedure) untuk memastikan makanan dalam keadaan layak dan higienis, mulai dari proses penerimaan makanan, pengecekan, pengemasan, transportasi, hingga distribusi ke tangan penerima.

Semua proses handling makanan dilakukan secara higienis, dengan penggunaan sarung tangan, masker, tempat makanan dan alat transportasi yang aman dan bersih. Semua relawan juga telah diberikan pelatihan yang memadai dalam mendistribusikan makanan.

Saya ragu untuk mendonasikan makanan karena takut jika terjadi sesuatu hal pada penerima makanan. Bagaimana Garda Pangan meyakinkan saya?

Garda Pangan sangat menyarankan agar semua donatur melakukan proses pemilahan makanan yang layak. Akan tetapi donatur atau mitra tidak perlu merasa khawatir, karena tim Garda Pangan akan kembali melakukan pengecekan dan memastikan makanan bahwa hanya makanan yang berada dalam keadaan yang layak yang sampai ke tangan penerima.

Kepada siapa donasi makanan ini didistribusikan ?

Penerima manfaat dari program distribusi makanan adalah masyarakat pra-sejahtera. Saat ini Garda Pangan memiliki sekitar 110 titik penerima yang berada di kantong-kantong kemiskinan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo yang berasal dari kaum dhuafa, yatim piatu, janda, lansia, difabel, pengungsi, dan anak jalanan. Jika kamu punya rekomendasi lokasi penerima manfaat, jangan ragu untuk menginformasikannya kepada tim kami.

Bagaimana Garda Pangan menentukan penerima donasi makanan yang tepat?

Kami menyadari bahwa sangat penting untuk memilih penerima manfaat dengan cermat, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Penerima manfaat ini telah disurvey dan dipilih berdasarkan beberapa kriteria, dan dengan metode-metode yang telah dipilih dengan cermat untuk menghindari ketergantungan terhadap bantuan yang diberikan.

Kami bekerjasama dengan komunitas lokal, pengurus warga, dan individu yang memahami lebih jauh mengenai kondisi warga masyarakatnya. Rekomendasi dan bekal informasi tersebut lebih lanjut kami pastikan di lapangan dengan wawancara singkat beberapa warga, dan pengamatan menyeluruh ke seluruh daerah pemukiman. Dengan memastikan langsung kondisi di lapangan, kami bisa menentukan jenis donasi dan distribusi yang tepat untuk lokasi tersebut, serta memastikan bahwa distribusi dilakukan secara tepat sasaran.

Bagaimana Garda Pangan mengatasi ketergantungan masyarakat untuk mendapatkan makanan secara gratis?

Per Agustus 2018, kami mempunyai 110 daftar penerima manfaat yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo. Daftar ini akan terus kami kembangkan agar semakin banyak orang yang dapat merasakan manfaat dari gerakan ini. Donasi dilakukan secara bergilir tanpa jadwal rutin, untuk menghindari munculnya ketergantungan pada masyarakat.

Dari mana Garda Pangan mendapatkan dana untuk operasional ?

Garda Pangan didanai dari beragam sumber pendapatan, mulai dari donasi perorangan, kelompok, pendanaan kolektif, fundraising via KitaBisa.com, hibah perusahaan, program CSR, serta unit usaha merchandise. Selain dalam bentuk donasi, kami juga secara aktif mencari alternatif pendanaan dari berbagai kompetisi.

Bagaimana saya bisa membantu gerakan Food Bank Garda Pangan ?

Ada banyak cara untuk bisa membantu Garda Pangan dalam upaya menyelesaikan masalah pembuangan makanan. Selain berdonasi dalam bentuk makanan, Anda juga bisa mendonasikan sejumlah dana, menjadi inisiator dalam penggalangan makanan di kantor, sekolah, atau event di lingkungan terdekat Anda. Anda juga bisa terlibat menjadi relawan harian Garda Pangan. Silahkan cek detil informasi untuk mendonasikan makanan, uang, atau menjadi relawan di website ini.

Selain Surabaya, Apakah Garda Pangan membuka perwakilan di kota lain ?

Saat ini Garda Pangan masih hanya berada di Surabaya. Adalah mimpi besar kami untuk dapat membuka Garda Pangan di kota-kota lain suatu saat nanti, namun tentu saja kami tidak ingin tergesa-gesa. Saat ini kami masih fokus mencari best practice yang akan menjadi bekal kami untuk ekspansi di kota lain, serta memperkuat pondasi organisasi.

Bagaimana jika kelompok/sekolah/perusahaan saya ingin berkolaborasi dengan garda pangan untuk suatu kegiatan ?

Selain membuka kesempatan bagi setiap individu untuk berpartisipasi sebagai relawan dalam kegiatan harian, kami juga membuka kesempatan bagi sekolah dan perusahaan yang mempunyai kewajiban pelayanan sosial bagi murid atau pegawainya. Namun, mengingat banyaknya permintaan kolaborasi ini, maka kami harapkan untuk menginformasikan kerjasama minimal sebulan sebelumnya. Silahkan kirimkan detail informasinya ke email gardapanganid@gmail.com

Bagaimana caranya mengundang tim Garda Pangan sebagai pembicara di acara kami ?

Silahkan kirimkan undangan resmi beserta detail informasi acara ke email gardapanganid@gmail.com