Diseminasi Hasil Riset Sisa Makanan di Labuan Bajo

Admin

7 Agu 2025


Research
Diseminasi Hasil Riset Sisa Makanan di Labuan Bajo

Image courtesy of Garda Pangan


Setelah melalui proses selama kurang lebih satu tahun, mulai dari persiapan, pengambilan data, analisis, hingga penulisan, hasil Riset Baseline Sisa Pangan di Labuan Bajo akhirnya didiseminasikan kepada para pemangku kepentingan pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Hotel La Prima Labuan Bajo. Kegiatan ini dihadiri oleh 34 peserta yang mewakili pemerintah daerah, NGO, pelaku usaha dan asosiasi pariwisata, serta perwakilan orang muda dari berbagai desa di Labuan Bajo.

1.jpeg Gambar 1. Pemaparan hasil temuan awal riset baseline sisa pangan dan sampah makanan di Labuan Bajo (Credit: Lidia Prima Sidabutar)

Tim riset dari Garda Pangan, Alfian Muhammad Nur dan Grace Vanessa Lasmana, memaparkan temuan mengenai timbulan sisa pangan sepanjang 2024, karakteristik dan penanganannya, potensi penyelamatan, serta dampak lingkungan, gizi, dan ekonomi. Paparan tersebut kemudian menjadi titik awal diskusi untuk menjawab satu pertanyaan penting: bagaimana data ini dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk mengurangi sisa pangan di Labuan Bajo?

3.jpeg Gambar 2. Sesi FGD dari kelompok pemerintah daerah Manggarai Barat (Credit: Lidia Prima Sidabutar)

Diskusi dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi menjadi tiga kelompok: pemerintah, pelaku usaha dan asosiasi, serta NGO dan orang muda, dengan fasilitator dari tim WRI Indonesia dan Garda Pangan. Kelompok pemerintah menyoroti perlunya regulasi, edukasi, insentif, fasilitas, dan koordinasi lintas sektor, sementara pelaku usaha menekankan kebutuhan akan SOP yang jelas, fasilitas dan layanan pengelolaan yang lebih baik, serta insentif untuk mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan.

4.jpeg Gambar 3. Sesi FGD dari kelompok NGO dan perwakilan orang muda Labuan Bajo (Credit: Lidia Prima Sidabutar)

Sementara itu, kelompok NGO dan orang muda menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan pengelolaan sisa pangan, penguatan jejaring, penyusunan panduan yang aman, serta pengembangan pasar untuk produk hasil pengolahan seperti kompos dan maggot. Ketiga kelompok juga menyusun berbagai rencana tindak lanjut, mulai dari penguatan regulasi dan kapasitas, perubahan perilaku, kerja sama dengan peternak dan pihak ketiga, hingga pengembangan sistem monitoring dan evaluasi sisa pangan secara berkala.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan hasil penelitian dengan pengalaman dan gagasan dari para pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam persoalan sisa pangan di Labuan Bajo. Lebih dari sekadar menyampaikan temuan, diseminasi dan FGD ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong aksi nyata menuju pengelolaan sisa pangan yang lebih berkelanjutan. Berbagai masukan dari peserta juga akan menjadi bahan penyempurnaan artikel ilmiah yang direncanakan untuk dipublikasikan dalam jurnal internasional, sehingga pengetahuan dan pembelajaran dari Labuan Bajo dapat memberikan manfaat yang lebih luas.