Pendampingan Perhitungan Baseline dan Endline Sisa Pangan di Kelurahan Nyengseret, Kota Bandung
Garda Pangan
29 Agu 2026
Image courtesy of Garda Pangan
Gambar 1. Praktik perhitungan sisa pangan di aula Kelurahan Nyengseret, Bandung
Credit: Lidia Prima Sidabutar
Garda Pangan berperan sebagai konsultan perhitungan baseline dan endline sisa pangan dalam penelitian uji coba intervensi perubahan perilaku untuk mengurangi sisa pangan dan sampah makanan di RW 07, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Urban Futures yang dilaksanakan oleh WRI Indonesia bersama Advislab. Perhitungan baseline dilakukan pada akhir April 2025 untuk menggambarkan kondisi awal, dilanjutkan dengan pelaksanaan intervensi pada Mei–Juli 2025, serta perhitungan endline pada akhir Juli 2025 untuk menilai perubahan perilaku warga setelah intervensi.
Pada tahap baseline, Garda Pangan mendampingi WRI Indonesia dalam menentukan kebutuhan sampel dan menyusun teknis pengambilan data di lapangan. Proses ini diawali dengan pelatihan yang disampaikan Garda Pangan kepada tim WRI Indonesia dan Karang Taruna Kelurahan Nyengseret. Pelatihan mencakup penjelasan mengenai cakupan perhitungan, pemilahan jenis dan status material, identifikasi bentuk penanganan sisa pangan, pengisian lembar kerja, serta praktik langsung menggunakan sampah makanan. Tim juga memberikan sosialisasi kepada perwakilan RT dan perangkat kelurahan mengenai tujuan, metode, dan teknis pengumpulan data.
Gambar 3. Tim Garda Pangan mendampingi proses perhitungan baseline dan endline di Kelurahan Nyengseret
Credit: Lidia Prima Sidabutar
Selanjutnya, pada 22–24 April 2025, Garda Pangan mendampingi pengambilan data pada delapan rumah tangga di RW 07, Kelurahan Nyengseret. Selain mendampingi pengambilan data, Garda Pangan melatih tim WRI Indonesia untuk memasukkan data menggunakan template yang telah dibuat oleh tim Garda Pangan, menganalisis kerugian gizi, ekonomi, dan dampak lingkungan, serta menarik kesimpulan dari data yang telah diolah.
Selanjutnya, tim Garda Pangan kembali memberikan pelatihan untuk tahap endline kepada Karang Taruna Kelurahan Nyengseret. Pelatihan ini berfokus pada penyegaran metode pengambilan data serta peningkatan kapasitas peserta dalam memasukkan dan mengolah data secara mandiri. Pendampingan pengambilan data endline kemudian dilakukan pada 23–25 Juli 2025, dilanjutkan dengan pendampingan input data tim dari Karang Taruna di Kantor Kelurahan Nyengseret.
Hasil penimbangan tersebut dipadukan dengan asesmen kuesioner yang dilakukan oleh Advislab untuk mengukur perubahan pengetahuan, kemauan, dan kemampuan rumah tangga dalam mengurangi sisa pangan. Penggabungan data dari kuesioner dengan data perilaku aktual dari hasil penimbangan memberikan gambaran yang lebih utuh dan memperkuat validitas temuan penelitian, dimana pelaksanaan intervensi program selama 2 bulan telah berhasil mengurangi sisa pangan dan sampah makanan sebesar 32%. Melalui kegiatan ini, Garda Pangan tidak hanya mendukung proses evaluasi program, tetapi juga membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan lokal agar mampu melakukan pengukuran serta pengolahan data sisa pangan secara mandiri pada masa mendatang.
